February 20, 2026
Risconsulting ID
Admin
Tom bersandar di kursi kerjanya sambil memijat pelipis, menatap layar komputer dengan tatapan kosong. Jam dinding menunjukkan pukul 13.55 WIB. Lima menit lagi, Rara, anggota timnya akan masuk untuk sesi evaluasi kinerja. Bagi Tom, sesi feedback dengan Rara mulai terasa seperti memutar kaset rusak. Ia teringat sesi bulan lalu: suasananya kondusif, Rara mencatat semua poin, dan berkata, "Siap Pak, saya perbaiki." Namun, realitanya nol besar. Minggu ini, kesalahan operasional yang sama terulang kembali untuk ketiga kalinya.
Tom terjebak dalam dilema manajerial yang membingungkan: Ia merasa sudah menjalankan tugasnya dengan benar yaitu memberikan arahan, menegur kesalahan, dan memberi solusi. Namun, mengapa tidak ada perubahan perilaku yang permanen? Apakah bahasanya kurang jelas? Tom merasa seperti berbicara pada tembok, suaranya terdengar tetapi tidak ada yang bergerak. Ia menyadari bahwa kualitas feedback kepemimpinan yang ia berikan selama ini mungkin belum menyentuh akar masalahnya.
Tom selama ini mengira bahwa apa itu feedback hanyalah sesi kritik pedas. Namun, setelah merenung, ia merasa terbantu saat menemukan pemikiran Douglas Stone dan Sheila Heen. Ternyata, feedback bukan sekadar kritik, melainkan data objektif, cermin realitas yang memantulkan segala respon lingkungan terhadap kinerja kita.
Tom menyadari kesalahannya selama ini dalam menjalankan fungsi feedback kepemimpinan. Ia sering mencampuradukkan tiga bentuk umpan balik yang berbeda:
Masalah Tom adalah persilangan tujuan. Saat Rara menunjukkan hasil kerja kerasnya dengan harapan mendapatkan sedikit Apresiasi, Tom malah menghujaninya dengan daftar koreksi tanpa feedback yang membangun.
Tom kemudian berkaca. Mengapa ia sendiri juga benci dikritik? Ternyata, menjadi penerima feedback yang baik adalah seni tersendiri. Tom mengidentifikasi tiga "musuh" atau pemicu yang selama ini menghalangi Tom dan timnya dalam membangun budaya feedback kepemimpinan yang sehat:
Tom sadar, untuk mengubah timnya, ia harus mengubah dirinya dulu melalui refleksi atas feedback yang ia terima dari sekitarnya.
Keesokan harinya, Tom tidak masuk ke ruang rapat dengan tangan kosong. Ia membawa strategi untuk memberikan feedback transformatif, bukan destruktif. Melalui pendekatan feedback kepemimpinan yang lebih sistematis, ia menerapkan Metode SBI (Situation-Behavior-Impact):
Tom bahkan melangkah lebih jauh dengan menambahkan Intent (Niat), mengubahnya menjadi dialog: "Apa sebenarnya yang ingin kamu capai dengan tindakan itu?" Ia memahami bahwa feedback kepemimpinan yang efektif melibatkan komunikasi dua arah.
Hasilnya ajaib. Rara tidak menangis. Ia tidak defensif. Karena Tom berbicara berdasarkan data perilaku (bukan penghakiman karakter) dan dampak yang dirasakan, Rara bisa menerima masukan itu. Percakapan berubah dari konflik menjadi koneksi. Tom belajar bahwa umpan balik efektif adalah jembatan kepercayaan. Ia berhasil memberikan feedback yang akurat tentang kekuatan dan kelemahan timnya tanpa melukai harga diri mereka.
Penguasaan soft skill tingkat tinggi seperti penerapan feedback kepemimpinan membutuhkan latihan, bimbingan ahli, dan lingkungan untuk melakukan simulasi.
Risconsulting menghadirkan kelas Leadership & Communication yang dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Dalam program kami, Anda tidak hanya akan belajar tentang kerangka kerja komunikasi, tetapi Anda akan dibimbing untuk:
Jangan biarkan potensi kepemimpinan tim Anda terhambat oleh komunikasi yang tidak efektif. Segera hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan pelatihan perusahaan Anda bersama Risconsulting untuk solusi pengembangan SDM yang berdampak nyata.
Related Tags
Spreadsheet sebagai Media Monitoring Proyek melalui Dashboard Interaktif Real Time
Seni Kepemimpinan dan Sinergi Tim: Cara "Sandwich Leader" Mengubah Tekanan menjadi Prestasi
Mengapa Employee Satisfaction Adalah Investasi Terbesar Perusahaan
Problem Solving Ampuh: Tuntaskan Masalah dengan 5 Whys
Elevating Collection Skills: Strategi Komunikasi & Psikologi Penanganan Nasabah

Kami adalah solusi kreatif untuk
kapabilitas & kapasitas di era digital.
Capai tujuan bisnis Anda bersama tim ahli kami.
Klik tombol di bawah untuk konsultasi gratis.

Discover our latest articles and insights
Company

Podomoro City
Garden Shopping Arcade Blok B/8DH
Jakarta Barat - 11470
info@ris.co.id
(021) 278 99 508