Kelas Coaching

Kelas Coaching Online Yaitu 

Tren coaching kian bertumbuh tahun demi tahun. Semakin banyak pemilik bisnis menyadari manfaat besar yang bisa didapat dari program coachingSemakin banyak demand, semakin banyak supply.

Banyak orang yang mengklaim dirinya adalah seorang business coach. Namun tidak sedikit jumlah pemilih bisnis yang kecewa terhadap hasilnya.

Jadinya ada sebagian yang menganggap coaching ini hal yang tidak bermanfaat. Yang lebih mengkhawatirkan, ada yang menganggap coaching adalah bisnis “menjual ludah”.

Jika benar demikian, mengapa seorang CEO perusahaan kelas dunia seperti Bill Gates dan Eric Schmidt mengatakan setiap orang membutuhkan coach?

 

Apa Itu Coaching

Coaching adalah sebuah kata dalam bahasa Inggris. Menurut kamus Merriam-Webster, arti dari coaching adalah “to instruct, to direct or to train intensively“, yang artinya memberikan instruksi, bimbingan ataupun pelatihan intensif.

Perlu diperhatikan bahwa “menjalankan” tidak termasuk dalam definisi coaching.

Sebagian orang salah paham tentang hal ini. Mereka beranggapan bahwa proses coaching akan membantu mereka untuk menjalankan bisnisnya.

Padahal sebenarnya business coaching itu adalah proses yang membantu pelaku bisnis mencapai gol bisnis yang diingikan melalui bimbingan, instruksi dan juga pelatihan.

Dalam proses coaching, ada seorang pelatih yang biasa disebut coach, dan juga ada orang yang dilatih yang biasa disebut coachee.

Pada umumnya, coachee adalah para pemilik bisnis. Namun dalam perusahaan besar, para leader dan eksekutif juga membutuhkan seorang coach.

 

SYARAT MENJADI SEORANG COACH

1. PENENTUAN GOL

Pada awalnya si coachee akan dibimbing untuk mengetahui apa yang “sebenarnya” ingin mereka capai.

“Menjadi lebih kaya” bukanlah alasan sebenarnya. “Menjadi lebih kaya agar keluarganya tidak perlu hidup susah seperti apa dia rasakan ketika masa kecil”, ini adalah alasan “sebenarnya”.

Dengan alasan yang kuat, seseorang akan lebih terpicu untuk mencapai golnya. Alasan yang kuat adalah sebuah pondasi kokoh untuk proses-proses berikutnya.

2. PERENCANAAN STRATEGI

Kemudian seorang coach akan membantu coachee dalam menyusun strategi untuk mencapai golnya.

Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara untuk mencapai sebuah gol.

Coach tidak akan mengajarkan strateginya untuk mencapai gol yang ingin dicapai oleh si coachee begitu saja.

Coach bertugas untuk membantu si coachee untuk menemukan strategi yang paling sesuai untuk diri mereka sendiri. Jawabannya sebenarnya sudah ada dalam diri si coachee, hanya saja masih perlu digali.

Dengan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing, si coach akan membantu si coachee dalam proses menggali jawaban yang ada dalam diri mereka. Kemudian dilanjutkan dengan memvalidasi jawaban tersebut apakah masuk akal.

 

3. MONITORING

Dan selanjutnya, tugas seorang coach adalah memastikan si coachee menjalankan apa yang telah direncanakan, dan tidak keluar dari jalur.

Si coachee akan diminta untuk membuat sebuah komitmen. Salah satu teknik yang sering dipakai adalah dengan menentukan rewards & consequences.

Si coachee akan menghadiahi dirinya sendiri jika berhasil, namun juga harus menjalankan konsekuensi jika gagal dalam melaksanakan sebuah tugas.

4. KOMPETEN & MANDIRI

Mengapa proses coaching banyak menggunakan teknik bertanya? Kenapa tidak langsung diberitahukan saja caranya?

Tujuan dari program coaching adalah agar si coachee bisa tumbuh dan berkembang menjadi individu yang lebih berkompeten, mandiri tanpa ada ketergantungan terhadap si coach kedepannya.

 

PERBEDAAN COACHING DARI YANG LAINNYA

Masih banyak orang yang salah mengartikan coaching, mentoring dan consulting. Ini dianggap 3 hal yang sama, hanya sebutannya yang berbeda.

Memang benar seorang business coach, mentor ataupun consultant adalah mereka yang mengerti tentang menjalankan bisnis. Namun ada perbedaan yang jelas di antara ketiganya.

Melalui coaching, hasil yang diperoleh lebih permanen dan si coachee menjadi individu yang lebih kompeten dan mandiri. Memang prosesnya memakan waktu yang tidak singkat.

Melalui mentoring, proses untuk mencapai gol menjadi lebih singkat. Namun si mentee masih memiliki rasa ketergantungan terhadap si mentor.

Melalui consulting, hasilnya bahkan lebih cepat daripada mentoring. Namun ketergantungan terhadap consultant sangat tinggi, karena semuanya dilakukan oleh consultant.

Mari kita bahas lebih lanjut tentang mentoring dan consulting agar lebih jelas lagi.

 

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Signature Programs

Read More

LEGO® SERIOUS PLAY®

Read More

Leadership In Motion

Read More

Outdoor Learning Experience

Follow Us

Kami siap membantu Anda

Pelajari lebih lengkap bersama kami

Events Yang Akan Mendatang

Podomoro City Blok
Garden Shopping Arcade Blok B/8DH

Jakarta Barat – 11470

info@ris.co.id
(021) 278 99 508

X