January 28, 2026
Tahun 2026 membawa dinamika yang jauh berbeda bagi Jefri, seorang General Manager di sebuah perusahaan multinasional. Jefri duduk di ujung meja konferensi yang futuristik, menatap dasbor data real-time yang terpampang di layar hologram ruang rapatnya. Perusahaannya telah berhasil melewati gelombang disrupsi awal dekade ini, namun tantangan kini telah berevolusi menjadi apa yang disebut sebagai era Hyper-Acceleration. Lego Serious Game
Di tahun 2026, siklus inovasi bukan lagi tahunan, melainkan bulanan. Kompetitor baru bermunculan dari industri yang tidak terduga, didorong oleh kemajuan teknologi yang eksponensial. Dalam rapat tinjauan strategi Q1 2026 ini, Jefri merasakan atmosfer yang familiar namun meresahkan. Meskipun timnya dilengkapi dengan alat analisis data tercanggih, dinamika manusia di dalam ruangan tersebut terasa stagnan.
Mereka terjebak dalam fenomena pertemuan "Lean Backward". Peserta rapat duduk bersandar, pasif, dan hanya menunggu giliran bicara. Diskusi didominasi oleh presentasi data yang dingin, sementara interaksi antarmanusia sangat minim. Jefri melihat timnya hadir secara fisik, tetapi pikiran mereka tidak terkoneksi sepenuhnya dengan urgensi strategi yang sedang dibahas.
Masalah Jefri bukan pada kurangnya data atau teknologi, melainkan pada ketidakmampuan metode komunikasi konvensional untuk mengimbangi kompleksitas strategi tahun 2026. Strategi bisnis saat ini menuntut integrasi berbagai variabel yang rumit. Namun, tim Jefri masih mencoba memecahkan masalah multidimensi ini menggunakan dokumen teks dan grafik linier. Lego Serious Game
Secara neurobiologis, otak manusia bekerja dalam tiga dimensi. Ketika Jefri memaksakan diskusi strategi yang kompleks hanya melalui kata-kata dan tulisan, terjadi disconnect atau pemutusan pemahaman. Akibatnya, visi perusahaan sering kali disalahartikan, menciptakan silo pemikiran di mana setiap departemen berjalan sendiri-sendiri tanpa penyelarasan yang nyata.
Lebih jauh lagi, dalam tekanan kecepatan tahun 2026, tim sering kali melompat langsung ke solusi tanpa memvalidasi masalah secara mendalam. Mereka gagal menerapkan disiplin inovasi yang memastikan apakah sebuah ide memenuhi tiga kriteria vital: keinginan pengguna (desirability), kelayakan teknis (feasibility), dan keuntungan ekonomi (viability). Tanpa metode yang mampu menjembatani imajinasi abstrak menjadi bentuk nyata yang dipahami bersama, perusahaan Jefri berisiko meluncurkan produk yang "canggih" namun tidak relevan bagi pasar.
Di tengah kebuntuan tersebut, Jefri menyadari ia membutuhkan intervensi radikal. Pertanyaan krusial muncul di benaknya: Di era di mana kecerdasan buatan menangani data, bagaimana caranya mengoptimalkan kecerdasan manusia yang ada di ruangan ini?
Bagaimana ia bisa mengeluarkan silent knowledge atau wawasan tersembunyi dari setiap anggota timnya—termasuk mereka yang introver—dan mengubah rapat pasif ini menjadi sesi kolaborasi strategis yang produktif? Jefri membutuhkan sebuah serious game yang mampu memastikan 100% keterlibatan otak dan tangan setiap peserta.
Jawaban atas tantangan Jefri ditemukan pada penerapan metodologi LSP. Di tahun 2026, LSP bukan lagi dianggap sekadar permainan, melainkan diakui sebagai serious game dan alat komunikasi bisnis yang vital untuk memecahkan masalah kompleks. Lego Serious Game
Jefri memutuskan untuk merombak total format rapatnya menggunakan LSP. Berikut adalah transformasi yang terjadi:
Jefri memulai sesi dengan filosofi inti LSP: "Berpikir dengan Tangan, Mendengarkan dengan Mata". Riset neurosains membuktikan bahwa 70-80% sel saraf di tangan terhubung langsung ke otak.
Ketika tim Jefri mulai menyusun balok LEGO untuk menjawab tantangan strategis, mereka mengakses pengetahuan bawah sadar yang selama ini tidak muncul dalam diskusi verbal biasa. Proses membangun model fisik memungkinkan mereka mengekspresikan strategi abstrak tahun 2026 menjadi bentuk 3D yang nyata. Ini mengatasi keterbatasan diskusi 2D dan memungkinkan otak memproses informasi kompleks dengan jauh lebih efektif.
Dalam diskusi konvensional, kritik terhadap ide sering dianggap sebagai serangan pribadi. Dengan LSP, dinamika ini berubah drastis. Jefri memfasilitasi sesi di mana setiap orang menceritakan makna model mereka.
Peserta lain fokus melihat ke arah model, bukan menatap tajam pembicaranya. Ini menciptakan ruang psikologis yang aman. Anggota tim kini berani menyampaikan potensi risiko atau ide radikal menggunakan metafora pada model LEGO mereka. Objek di atas meja menjadi titik fokus diskusi, sehingga percakapan menjadi objektif dan konstruktif, bukan emosional.
Jefri menggunakan LSP untuk menanamkan kerangka kerja inovasi yang disiplin. Sesi dimulai dengan Divergent Thinking, di mana setiap individu membangun model solusi mereka sendiri tanpa batasan, memicu kreativitas maksimal.
Kemudian, Jefri membawa tim ke fase Convergent Thinking melalui teknik Building Shared Model. Tim harus menggabungkan elemen terbaik dari model individu menjadi satu model raksasa yang mewakili strategi bersama. Di sinilah penyelarasan terjadi. Tim tidak lagi berdebat tentang definisi; mereka melihat secara fisik bagaimana visi departemen A terhubung dengan strategi departemen B. Hasilnya adalah komitmen 100% terhadap eksekusi strategi karena setiap orang merasa memiliki bagian dalam solusi tersebut.
Hasil dari pendekatan ini sangat signifikan. Rapat Jefri bertransformasi dari pertemuan "Lean Backward" yang membosankan menjadi sesi "Lean Forward" yang penuh energi. Keterlibatan peserta mencapai 100%.
Dengan menjadikan LSP sebagai serious game, Jefri tidak hanya mendapatkan dokumen strategi. Ia mendapatkan tim yang memiliki pemahaman bersama (shared mind), mampu mengidentifikasi kebutuhan pasar dengan empati yang dalam, dan siap mengeksekusi inovasi dengan presisi tinggi. Di tahun 2026, kemampuan untuk menyatukan visi manusia secara cepat dan mendalam seperti inilah yang menjadi keunggulan kompetitif sejati.
Setelah belajar dari pengalaman Jefri dan mengambil hikmah dari tantangan bisnis di tahun 2026, saatnya Anda mengambil kendali atas "navigasi" strategi organisasi Anda. Di risconsulting, kami percaya bahwa engagement dan inovasi adalah keterampilan yang harus difasilitasi dengan metode yang tepat, bukan dibiarkan terjadi secara kebetulan.
Melalui pilar produk 👉 Lego® SERIOUS GAME, kami akan membantu Anda mengubah dinamika tim dari pasif menjadi kolaboratif, serta menguasai kompleksitas strategi dengan pendekatan hands-on yang terbukti secara ilmiah. Jangan biarkan potensi tim Anda terhambat oleh metode komunikasi masa lalu.
Masih Mengandalkan Diskusi Strategi yang Pasif dan 2D? Jika rapat strategi Anda masih dipenuhi slide, data, dan peserta yang “hadir tapi tidak terlibat”, itu tanda metode lama tidak lagi relevan. Program LEGO® SERIOUS GAME dari risconsulting membantu pemimpin dan tim memecahkan masalah kompleks, membangun shared understanding, dan menciptakan komitmen eksekusi 100%. 👉 Hubungi risconsulting hari ini dan mulai desain ulang cara tim Anda berpikir dan berkolaborasi.
Daftarkan diri Anda atau organisasi Anda sekarang dalam program pelatihan kami!
Related Tags
Membangun Masa Depan Bisnis dan Inovasi dengan LEGO Serious Experience
Mengikuti Lego Serious Play Certification Bandung Bisa Menjadi Pilihan Terbaik.
Manfaat dan Proses Pelatihan Lego Serious Play Certification di Surabaya
Manfaat Mengikuti Lego Serious Play Certification Jogja
Mengapa Memilih Lego Serious Play Certification Tangerang?

Kami adalah solusi kreatif untuk
kapabilitas & kapasitas di era digital.
Capai tujuan bisnis Anda bersama tim ahli kami.
Klik tombol di bawah untuk konsultasi gratis.

Discover our latest articles and insights
Company

Podomoro City
Garden Shopping Arcade Blok B/8DH
Jakarta Barat - 11470
info@ris.co.id
(021) 278 99 508