Leadership and Softskill+

February 10, 2026

Memahami Bisnis dengan Business Acumen

memahami-bisnis-dengan-business-acumen

Mengapa Pemimpin Tanpa Business Acumen Adalah Pilot yang Berbahaya?

Bayangkan Anda berada di dalam pesawat. Pilotnya adalah seorang teknisi jenius yang tahu setiap baut dan kabel di mesin pesawat. Namun, ada satu masalah besar: dia tidak tahu cara membaca radar cuaca, tidak paham rute penerbangan, dan tidak peduli pada bahan bakar yang menipis. Apakah Anda berani terbang bersamanya?

Dalam dunia bisnis, situasi ini sering terjadi. Banyak organisasi mempromosikan pemimpin berdasarkan keahlian teknis semata, namun melupakan satu kompetensi krusial: Business Acumen. Tanpa kemampuan ini, seorang pemimpin ibarat pilot buta yang menerbangkan pesawat penuh penumpang menuju badai. Mari kita selami lebih dalam mengapa ketidaktahuan akan konsep ini bisa menjadi lonceng kematian bagi sebuah organisasi, dan bagaimana framework BAM Leadership Skills menjadi penyelamatnya.

Tragedi Raksasa yang "Buta" Arah

Kita tidak perlu berimajinasi terlalu jauh untuk melihat dampak nyata dari pemimpin yang gagal memahami Business Acumen. Sejarah bisnis mencatat jatuhnya para raksasa yang dulunya dianggap tak tersentuh.

  • Kasus Nokia (2007-2016): Kita menyaksikan salah satu kejatuhan korporat paling dramatis. Pangsa pasar Nokia anjlok dari 27,5% menjadi hanya 2,9% dalam waktu singkat. Masalahnya adalah kegagalan para leader mereka dalam membaca pergeseran pasar. Mereka tidak memiliki Market Orientation yang tajam untuk melihat keinginan konsumen akan ekosistem aplikasi.
  • Kasus Kodak: Insinyur Kodak sebenarnya menemukan kamera digital pada tahun 1975. Namun, para pemimpinnya tidak memiliki visi strategis karena takut mematikan bisnis film mereka. Mereka gagal melakukan Strategic Thinking untuk masa depan.

Ini adalah bukti nyata: tanpa Business Acumen, inovasi teknis saja tidak akan menyelamatkan Anda.

Mengupas Framework BAM Leadership Skills

Agar tidak bernasib sama seperti Nokia atau Kodak, seorang pemimpin di era modern wajib menguasai Business Acumen for Managers (BAM). Ini bukan sekadar tentang membaca laporan keuangan, melainkan sebuah pola pikir menyeluruh. Berikut adalah elemen kunci yang harus dimiliki:

1. Financial Acumen

Banyak pemimpin menganggap keuangan adalah urusan departemen finance. Ini kesalahan fatal. Pemimpin dengan Business Acumen harus memahami bagaimana perusahaan mencetak uang. Mereka harus mengerti arus kas, profitabilitas, dan implikasi finansial dari setiap keputusan operasional.

2. Market Orientation

Pemimpin tidak boleh hanya fokus ke dalam (internal). Mereka harus memiliki Customer Centricity, yaitu kemampuan melihat dari kacamata pelanggan. Apple menang melawan Nokia karena mereka membangun ekosistem (App Store, iCloud) yang mengikat pelanggan.

3. Strategic Thinking

Ini adalah kemampuan melihat gambaran besar (big picture). Pemimpin harus mampu menghubungkan titik-titik antara berbagai fungsi bisnis dan memprediksi tren masa depan. Seperti catur, mereka harus berpikir tiga langkah ke depan.

4. Analytical and Logical Thinking

Di era big data, intuisi saja tidak cukup. Pemimpin hebat bersifat analitis; mereka menggunakan data untuk membedah masalah yang kompleks dan mencari akar penyebabnya guna mengambil keputusan objektif berdasarkan bukti nyata.

5. Computing and Technology

Pemahaman akan teknologi bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Pemimpin harus melek teknologi untuk mendorong inovasi produk dan efisiensi proses agar teknologi dapat menjadi leverage bagi bisnis.

Bahaya "Silo" dan Keputusan yang Salah

Apa dampaknya jika elemen-elemen di atas absen? Organisasi akan dipenuhi oleh pemimpin yang bekerja dalam "silo". Penelitian menunjukkan bahwa 65% pemimpin senior menganggap kurangnya Business Acumen sebagai faktor utama yang menghambat pencapaian tujuan strategis organisasi.

Ketika pemimpin tidak paham dampak keputusannya terhadap unit lain atau terhadap arus kas perusahaan, mereka cenderung membuat keputusan jangka pendek yang merugikan jangka panjang. Keputusan kecil yang salah ini akan menciptakan "strategic drift" yang perlahan menenggelamkan perusahaan, persis seperti yang terjadi pada Kraft Heinz.

Saatnya Mengambil Kendali

Dunia bisnis saat ini bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Volatilitas dan ketidakpastian menuntut pemimpin yang tidak hanya jago memimpin orang, tapi juga jago mengelola bisnis. Anda tidak bisa membiarkan organisasi Anda dipimpin oleh "pilot buta".

Memiliki Business Acumen adalah perbedaan antara pemimpin yang hanya sekadar "menjabat" dengan pemimpin yang mampu membawa organisasi melewati badai dan mencetak pertumbuhan yang berkelanjutan. Jangan biarkan ketidaktahuan menjadi penghalang kesuksesan karier dan organisasi Anda.

Tingkatkan kompetensi Anda sekarang juga! Risconsulting membuka konsultasi gratis untuk kebutuhan pelatihan Anda. Hubungi sekarang!

Related Tags

#business acumen
#business
#memahami bisnis
Risconsulting

Kami adalah solusi kreatif untuk kapabilitas & kapasitas di era digital.

Capai tujuan bisnis Anda bersama tim ahli kami. Klik tombol di bawah untuk konsultasi gratis.

Mulai Konsultasi Gratis

New Article

Discover our latest articles and insights

Risconsulting

Podomoro City
Garden Shopping Arcade Blok B/8DH
Jakarta Barat - 11470

info@ris.co.id
(021) 278 99 508