Digitalization & Transformation

January 15, 2026

Bukan Soal Data, Tapi Ceritanya: Storytelling dalam Analisis Power BI

teknik-storytelling-dalam-menyampaikan-data-analisis-power-bi

Dashboard Anda mungkin sudah rapi, Interaktif, dan penuh grafik. Namun jika tidak ada keputusan yang diambil, data tersebut sejatinya gagal berbicara. Banyak organisasi terjebak pada visualisasi yang informatif, tetapi kehilangan satu hal krusial: cerita yang mengarahkan makna. Tanpa storytelling, audiens hanya melihat apa yang terjadi, bukan memahami mengapa itu penting dan apa yang harus dilakukan. Di sinilah analisis data berhenti menjadi insight, dan berubah sekadar menjadi tontonan.

Mari kita simak kisah Andi, seorang Data Analyst berbakat di sebuah perusahaan FMCG. Secara teknis, kemampuan Andi tidak perlu diragukan; ia menguasai rumus DAX yang rumit, ahli membersihkan data, dan mampu membuat grafik yang estetik. Namun, Andi memiliki satu kelemahan besar yang selalu menghantuinya di ruang rapat eksekutif, yaitu kesunyian dalam menentukan langkah yang diambil.

Minggu lalu, Andi mempresentasikan dashboard penjualan kuartalan terbarunya. Layar proyektor menampilkan visualisasi canggih dengan grafik interaktif. Namun, alih-alih tepuk tangan, ia disambut dengan tatapan bingung dari Direktur Operasional. Setelah hening sejenak, sang direktur mengajukan satu pertanyaan sederhana namun mematikan:

"Datanya bagus, Andi. Tapi... lalu kenapa? (So what?)"

Andi terdiam. Ia menyadari bahwa dashboard-nya hanya menyajikan informasi, tetapi tidak memberikan insight. Ia memiliki alat yang canggih, namun tumpul dalam penyampaian. Untuk mengubah visualisasi teknis menjadi keputusan strategis, Andi sadar ia memerlukan lebih dari sekadar software; ia membutuhkan kerangka berpikir. Dalam pencariannya, Andi menemukan Prinsip Piramida Minto.

Berikut adalah perjalanan Andi mentransformasi cara komunikasinya melalui tiga tahapan strategis, memadukan logika Minto dengan kecanggihan Power BI.

Tahap 1: Sintesis Bottom-Up (Membereskan Fondasi)

Andi belajar bahwa Prinsip Piramida Minto, yang dipopulerkan oleh Barbara Minto dari McKinsey, menuntut pemisahan antara proses "berpikir" dan "berbicara". Sebelum menyajikan cerita, ia harus melakukan sintesis data dari bawah ke atas “bottom-up”.

Andi kembali ke meja kerjanya. Ia melihat model data lamanya yang berantakan, sebuah tabel raksasa “flat table” yang menumpuk semua informasi. Ia sadar, garbage in, garbage out. Ia tidak bisa membangun argumen logis di atas data yang kotor.

Kali ini, Andi mengubah pendekatannya:

  1. Menerapkan Star Schema: Ia meninggalkan kebiasaan "Satu Tabel Besar". Di Power BI, ia memisahkan data menjadi tabel fakta “transaksi penjualan” dan tabel dimensi “produk, wilayah”. Ini membuat pengelompokan datanya menjadi logis dan rapi.
  2. Pembersihan dengan Power Query: Menggunakan Power Query, Andi melakukan unpivot pada data yang berantakan dan membuang kolom-kolom noise yang tidak relevan.

Tahap 2: Komunikasi Top-Down “Menyusun Narasi”

Kesalahan Andi sebelumnya adalah membiarkan eksekutif menebak-nebak kesimpulan. Minto mengajarkan pendekatan terbalik: mulailah dengan jawaban.

Untuk presentasi berikutnya, Andi tidak langsung menaruh grafik. Ia menyusun alur cerita dashboard-nya menggunakan kerangka SCQASituation, Complication, Question, Answer”:

  • Situation: Penjualan wilayah Jawa stabil selama dua tahun.
  • Complication: Namun, margin keuntungan turun 15% di Kuartal 1 meskipun volume penjualan tetap.
  • Question: Apa penyebab kebocoran profit ini dan bagaimana menghentikannya?
  • Answer: "Hentikan diskon agresif pada Produk Kategori A yang sudah matang pasarnya, dan alihkan anggaran promosi ke Produk Baru Kategori B."

Andi kini memiliki "Jawaban" yang tegas. Dashboard Power BI-nya bukan lagi sekadar laporan status, melainkan sebuah proposal solusi.

Teks Tautan

Tahap 3: Visualisasi Pembuktian (Desain yang Memandu Mata)

Tantangan terakhir Andi adalah menerjemahkan logika SCQA tersebut ke dalam desain visual. Jika "Answer" adalah puncak piramida, maka visualisasi data harus menjadi lapisan pendukung yang membuktikannya.

Memahami bahwa mata manusia memindai layar dari kiri atas ke kanan bawah, Andi merombak tata letak dashboard-nya:

  • Puncak Piramida (Kiri Atas): Andi menempatkan KPI Cards besar berisi angka rekomendasi penghematan biaya dan target margin baru. Ini adalah "Jawaban" yang langsung dilihat eksekutif pertama kali.
  • Argumen Pendukung (Tengah): Ia menggunakan Line Charts dan Column Charts yang menunjukkan tren penurunan margin berbanding lurus dengan kenaikan diskon. Visual ini menjawab "mengapa" solusinya valid.
  • Detail Pembuktian (Bawah): Tabel matriks rinci diletakkan di bagian paling bawah, hanya bagi mereka yang ingin memverifikasi angka granular (sintesis level terbawah).

Untuk melengkapinya, Andi mengintegrasikan fitur AI di Power BI untuk melakukan prediksi peramalan penjualan. Kini, argumennya bukan hanya soal sejarah, tapi juga rekomendasi masa depan yang berbasis probabilitas.

Saat rapat berikutnya tiba, suasananya berubah total. Ketika Andi menampilkan dashboard barunya, tidak ada lagi pertanyaan "Lalu kenapa?".

Grafik dan tata letaknya berbicara dengan lantang. Eksekutif langsung memahami masalahnya dalam hitungan detik dan menyetujui rekomendasi strategi Andi. Ia berhasil membangun "rumah data" yang kokoh: model data Power BI sebagai fondasi beton, Piramida Minto sebagai cetak biru arsitektur, dan visualisasi dashboard sebagai desain interior yang nyaman bagi penghuninya.

Perlunya Menguasai Dua Sisi Mata Uang

Kisah Andi mengajarkan kita bahwa menguasai fitur teknis Power BI hanyalah separuh dari persamaan kesuksesan data. Separuh lainnya adalah ketajaman dalam menyusun logika bisnis yang tak terbantahkan.

Jangan biarkan insight Anda terkubur dalam visualisasi yang bisu seperti pengalaman awal Andi. Tim Anda mungkin memiliki potensi teknis yang hebat, namun tanpa kerangka berpikir yang benar, dampak bisnisnya akan minim.

Transformasi digital yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari tools dan proyek jangka pendek. Melalui pilar produk Digitalization & Transformation https://risconsulting.id/product/data-digitalisasi

risconsulting mendukung organisasi membangun data capability jangka panjang—mengembangkan tim yang mampu berpikir analitis, berkomunikasi strategis, dan menggunakan Power BI sebagai alat kepemimpinan berbasis data.

Mari bangun kapabilitas data organisasi Anda secara sistematis bersama risconsulting https://risconsulting.id/. “HAA”

Related Tags

#Power BI
#Data Analyst
Risconsulting

Kami adalah solusi kreatif untuk kapabilitas & kapasitas di era digital.

Capai tujuan bisnis Anda bersama tim ahli kami. Klik tombol di bawah untuk konsultasi gratis.

Mulai Konsultasi Gratis

New Article

Discover our latest articles and insights

Risconsulting

Podomoro City
Garden Shopping Arcade Blok B/8DH
Jakarta Barat - 11470

info@ris.co.id
(021) 278 99 508