Leadership and Softskill+

January 19, 2026

Ubah Krisis menjadi Solusi dengan Problem Solving

ubah-krisis-menjadi-solusi-dengan-problem-solving

Dinamika Kompetensi dalam Ekosistem Kerja Modern

Memasuki dekade ketiga abad ke-21, lanskap profesional mengalami pergeseran paradigma yang signifikan, di mana keahlian teknis saja tidak lagi memadai. Perkembangan zaman yang pesat menuntut setiap individu untuk lebih aktif dalam berpikir dan memiliki ketajaman dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul secara tak terduga. 

Dalam dunia bisnis, kompetensi ini dikenal sebagai bagian dari 4C, yaitu berpikir kritis (critical thikink), kreativitas (creativity), komunikasi (communication), dan kolaborasi (collaboration). Situasi ideal dalam sebuah organisasi adalah ketika setiap personel memiliki fungsi eksekutif yang matang, mencakup kontrol atensi, perencanaan strategis, dan inisiasi tugas untuk memandang rintangan sebagai peluang melakukan perubahan yang bermakna.

Komplikasi: Krisis Operasional dan Tantangan Kapasitas Individu

Namun, realitas di lapangan seringkali menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi yang menciptakan komplikasi nyata. Tanpa adanya model pemecahan masalah yang sistematis, seorang profesional cenderung memberikan respons kontraproduktif saat menghadapi tekanan. Hal inilah yang dialami oleh Aris, seorang Spesialis Operasional di sebuah firma logistik. Ketika dihadapkan pada kerusakan sistem kelistrikan di gudang distribusi utama, Aris sempat mengalami tekanan hebat karena terbatasnya komponen pendukung.

Tanpa metodologi yang jelas, Aris berisiko terjebak dalam perilaku defensif atau kegagalan dalam mengikuti instruksi baru yang kompleks. Kondisi ini memicu sebuah pertanyaan krusial: bagaimana seorang individu seperti Aris dapat mentransformasi rintangan teknis yang rumit tersebut menjadi sebuah solusi yang efisien dan inovatif?. Jawabannya terletak pada pengadopsian metode IDEAL.

Implementasi Framework IDEAL

Metode IDEAL, yang dikembangkan oleh Bransford dan Stein, merupakan panduan langkah demi langkah untuk membangun kepercayaan diri dalam menghadapi hambatan. Berikut adalah bagaimana Aris mengintegrasikan setiap tahapan IDEAL untuk menyelesaikan krisis di tempat kerjanya:

  1. Identify the Problem 

Tahap pertama yang dilakukan Aris adalah mengenali cakupan masalah dengan bahasa sendiri guna memetakan fakta-fakta yang ada. Ia mengidentifikasi bahwa hambatan utamanya bukan sekadar lampu yang padam, melainkan kegagalan pada rangkaian sirkuit distribusi beban yang memerlukan pemahaman mendalam tentang fungsi setiap komponen. Aris mencatat variabel yang diketahui dan hal-hal yang masih menjadi misteri untuk memastikan strategi yang dibangun tepat sasaran.

  1. Define an Outcome 

Setelah masalah teridentifikasi, Aris menetapkan tujuan akhir yang spesifik. Ia mendefinisikan keberhasilannya bukan sekadar menyalakan lampu, melainkan "mampu mengaktifkan kembali sistem distribusi cahaya dengan komponen yang tersedia secara mandiri sebelum sif malam dimulai". Kejelasan target ini meminimalisasi keraguan dan memfokuskan seluruh sumber dayanya pada satu titik penyelesaian.

  1. Explore Possible Strategies 

Aris kemudian melakukan eksplorasi informasi secara masif. Ia menggunakan internet, membaca literatur teknis, hingga melakukan curah pendapat singkat dengan rekan sejawat melalui memo suara untuk mengumpulkan berbagai kemungkinan strategi. Aris tidak langsung mengeksekusi ide pertama yang muncul, melainkan mendokumentasikan berbagai opsi rangkaian, mulai dari sistem seri hingga paralel, agar memiliki alternatif solusi yang kaya.

  1. Anticipate Outcomes & Act 

Sebelum melakukan tindakan fisik, Aris mengevaluasi pro dan kontra dari setiap skema yang ia buat. Ia menyadari bahwa membuat rangkaian paralel jauh lebih sulit dan memakan waktu daripada rangkaian seri, namun memiliki keuntungan daya tahan yang lebih baik jika salah satu komponen rusak di kemudian hari. Aris menuangkan rancangan tersebut dalam gambar teknis terlebih dahulu sebagai bentuk simulasi antisipasi hasil. Setelah merasa yakin, ia segera mengambil tindakan nyata untuk merakit sirkuit tersebut berdasarkan desain yang paling efisien.

  1. Look and Learn 

Setelah cahaya kembali menerangi gudang, Aris tidak langsung meninggalkan pekerjaannya. Ia melakukan refleksi mendalam terhadap seluruh proses yang telah dilalui. Ia menyadari bahwa meskipun tingkat kesulitan pengerjaannya tinggi, hasil yang dicapai sangat memuaskan dan memberikan stabilitas jangka panjang bagi sistem operasional. Melalui tahap ini, Aris belajar bahwa kedisiplinan dalam perencanaan adalah kunci utama kesuksesan di masa depan.

Dampak Strategis dan Konsekuensi Kompetensi

Keberhasilan Aris menunjukkan bahwa keterampilan problem solving bukanlah bakat bawaan, melainkan kompetensi yang harus dilatih secara berkelanjutan melalui pengalaman nyata. Dengan mengadopsi langkah-langkah sistematis dalam kerangka IDEAL, Aris berhasil meningkatkan skor performa individunya secara signifikan, yang mencerminkan peningkatan efektivitas operasional dari fase awal hingga fase penyelesaian.

Menguasai framework IDEAL akan menjadikan Anda profesional bernilai tinggi dengan kepercayaan diri dalam menghadapi ketidakpastian. Sebaliknya, tanpa keterampilan ini, Anda berisiko terjebak dalam pola respons reaktif yang memicu stagnasi karier hingga kegagalan operasional yang fatal. Pilihan untuk tumbuh menjadi pemimpin yang solutif dimulai dari keputusan Anda untuk menerapkan framework yang tepat hari ini.

Di risconsulting, kami percaya bahwa ketajaman problem solving adalah kunci daya saing di industri. Melalui program ini, kami siap membantu Anda menguasai strategi dan metodologi terbaik untuk menghadapi tantangan kerja yang kompleks. Jangan biarkan kendala menghambat potensi terbaik Anda. Daftarkan diri Anda sekarang dalam program pelatihan di risconsulting !

Related Tags

#problem solving
Risconsulting

Kami adalah solusi kreatif untuk kapabilitas & kapasitas di era digital.

Capai tujuan bisnis Anda bersama tim ahli kami. Klik tombol di bawah untuk konsultasi gratis.

Mulai Konsultasi Gratis

New Article

Discover our latest articles and insights

Risconsulting

Podomoro City
Garden Shopping Arcade Blok B/8DH
Jakarta Barat - 11470

info@ris.co.id
(021) 278 99 508